Lasagna bukanlah makanan baru. Hidangan berlapis khas Italia ini memiliki sejarah panjang yang berakar sejak masa Romawi Kuno. Dalam catatan sejarah, orang Romawi telah menggunakan lembaran adonan tipis yang dipanggang sebagai makanan istimewa bagi kaum bangsawan dan tentara. Meski belum berbentuk lasagna seperti yang kita kenal sekarang, konsep menyusun pasta berlapis-lapis sudah mulai dikenal dan dihargai sebagai hidangan bergizi serta mengenyangkan.
Nama "lasagna" sendiri diyakini berasal dari bahasa Yunani kuno laganon, yang berarti lembaran adonan pipih. Konsep ini kemudian menyebar ke Italia dan berkembang menjadi hidangan yang lebih kompleks dan khas. Lasagna modern yang kini dikenal secara luas mulai muncul dan berkembang di wilayah Emilia-Romagna, Italia Utara—daerah yang juga dikenal sebagai pusat kuliner Italia dengan beragam masakan tradisional, seperti tortellini dan ragù alla bolognese.
Seiring berjalannya waktu, lasagna berevolusi. Pada abad pertengahan, lasagna mulai disajikan dengan tambahan saus daging (ragù), saus béchamel, dan keju parmesan atau mozzarella. Lapisan demi lapisan pasta ditata dengan hati-hati, lalu dipanggang hingga keju mencair sempurna di atasnya. Versi ini dikenal dengan nama Lasagna alla Bolognese dan masih dianggap sebagai bentuk lasagna klasik yang otentik dari Italia.
Namun, lasagna tidak hanya berhenti di meja makan orang Italia. Seiring dengan penyebaran budaya dan migrasi penduduk Italia ke berbagai negara, lasagna ikut menyebar dan beradaptasi. Di Amerika Serikat, misalnya, lasagna disajikan dalam bentuk yang lebih praktis dengan tambahan keju ricotta dan saus tomat instan. Di Prancis, lasagna lebih lembut dengan banyak saus krim, sementara di beberapa negara Asia, lasagna dipadukan dengan rasa dan bahan lokal.
Di Indonesia, lasagna mulai dikenal luas pada awal tahun 2000-an, terutama melalui restoran Italia, hotel, dan acara kuliner di televisi. Seiring waktu, lasagna mengalami adaptasi untuk menyesuaikan selera lokal. Banyak inovasi bermunculan, seperti:
-
Lasagna Rendang, perpaduan saus daging dengan bumbu rendang khas Minang yang kaya akan rempah dan santan.
-
Lasagna Ayam Pedas, dengan daging ayam berbumbu cabai yang cocok untuk penyuka pedas.
-
Lasagna Sayur, berisi bayam, jamur, wortel, dan keju, cocok bagi vegetarian.
-
Lasagna Halal, tanpa penggunaan wine atau pork, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat Muslim.
Tak hanya restoran, kini banyak UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang menjual lasagna dalam bentuk frozen food yang tinggal dipanaskan. Lasagna pun menjadi salah satu makanan populer untuk bekal anak sekolah, makanan pesta, hingga comfort food di rumah saat hujan turun.
Perjalanan panjang lasagna, dari makanan istimewa kaum bangsawan Romawi Kuno hingga menjadi sajian rumahan dan kuliner populer dunia, membuktikan bahwa makanan tidak hanya soal rasa—melainkan juga cerita, adaptasi, dan cinta dalam setiap lapisannya. Lasagna adalah bukti bahwa kuliner bisa menyatukan banyak budaya dalam satu loyang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar